Jumat, 23 Oktober 2020

Deskripsi Depan Rumahku

Bagian depan rumah merupakan bagian rumah yang berada di depan rumah inti. Biasanya bagian depan rumah terdiri atas teras, halaman rumah, garasi,  dan jalan. Bagian depan rumah dapat digunakan untuk menyambut tamu. Selain itu bagian depan rumah dapat digunakan untuk bercocok tanam dan sebagai tempat parkir mobil atau motor.

Di bagian depan rumahku terdapat teras depan. Teras depan tersebut biasanya digunakan untuk menerima tamu. Di teras depan terdapat tempat duduk yang terbuat dari kayu yang bisa diduduki oleh dua orang. Di teras tersebut juga terdapat meja kecil. Selain itu terdapat pula pintu berwarna coklat untuk masuk ke dalam rumah. 

Di bagian depan rumahku juga terdapat garasi dan halaman rumah. Garasi rumahku bisa menampung 4 mobil. Atap garasi rumahku terbuat dari kayu. Di samping garasi rumahku juga terdapat halaman rumah. Di halaman tersebut terdapat banyak tanaman sehingga selalu tampak asri. Salah satu tanamannya adalah pohon durian. Ketika sedang musim durian, saya dan keluarga memakan buah durian tersebut bersama-sama. Beberapa pohon lain yang ada di halaman rumahku adalah pohon jambu, dan pohon palem. 

Di bagian paling depan rumahku terdapat pagar besar yang kokoh. Pagar tersebut berwarna hitam dan terdapat besi berwarna hitam yang berbentuk kerucut di atasnya. Ada juga pintu kecil pada pagar tersebut yang berwarna hitam. Jika pintunya dibuka maka kita dapat langsung masuk ke garasi mobil. 

Di bagian luar depan rumahku terdapat jalanan yang memisahkan antara rumahku dengan rumah tetangga. Jalanan tersebut cukup lebar dan dapat dilalui dua mobil. Di jalanan depan rumahku terdapat banyak tanaman di dalam pot. 

Walaupun rumahku sudah berumur 10 tahun lebih, bagian depan rumahku masih terawat dengan baik dan rapi. Lingkungan depan rumahku juga asri. Saya selalu senang tinggal di rumah ini. 


                            






                                                       



Selasa, 20 Oktober 2020

Cerita Fiksi : Dua Sahabat yang Mewujudkan Impian ke Bulan

Suatu hari terdapat dua orang sahabat karib. Mereka adalah Peter dan Tommy. Saat itu mereka masih duduk di kelas 4 sekolah dasar. Sejak saat itu mereka selalu berharap untuk menjadi astronot yang terkenal sehingga dapat menjelajahi bulan. Setiap hari mereka selalu pergi ke perpustakaan sekolah untuk membaca buku tentang astronomi. Saat pulang sekolah, mereka saling berbagi cerita mengenai buku bacaan di perpustakaan sekolah dengan sejuta harapan untuk menjadi astronot yang hebat. 

Pada saat di sekolah menengah pertama, sikap Tommy sangat berubah. Sepulang sekolah, hampir setiap hari Tommy selalu bermain dengan teman-teman barunya  dan tidak lagi peduli terhadap Peter. Mereka tidak pernah bertemu dan bermain bersama lagi. Peter mulai merasa Tommy semakin menjauh. Sedikit demi sedikit mereka mulai melupakan mimpi mereka menjadi astronot. Pertemanan mereka semakin renggang dan impian mereka menjadi astronot kebanggaan Indonesia mulai hilang.

Saat memasuki sekolah menengah atas, mereka sudah mulai dewasa. Tommy pun mulai menyadari dan menyesal akan sikapnya yang sudah berubah dan lebih banyak bermain dengan teman-teman barunya sehingga melupakan sahabatnya sejak di sekolah dasar yaitu Peter. Tommy pun meminta maaf dan mereka pun berjanji untuk mengingat mimpi mereka yaitu menjadi astronot hebat kebanggaan bangsa yang dapat mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional.

Saat kuliah, mereka memilih jurusan astronomi di ITB. Mereka pun tinggal di apartemen dekat kampus. Mereka mendapatkan banyak teman. Saat kuliah, persahabatan mereka semakin dekat karena memiliki impian yang sama untuk menjadi astronot hebat dunia.

Saat lulus kuliah, mereka pun mendaftar sebagai astronot di Badan Antariksa Dunia di Amerika. Mereka  pun diterima. Mereka diajarkan cara mengendalikan roket dan mempelajari ilmu astronomi. Saat waktunya untuk pemilihan astronot, ternyata Tommy dan Peter terpilih. Mereka pun sangat bahagia karena impian mereka terwujud. 

Saat hari itu tiba, mereka menaiki roket SLS (Space Launch System). Mereka pun sudah siap dan akhirnya para pengendali roket pun melepaskan roket tersebut ke angkasa. Mereka pun bangga dan senang bisa berada di dalam roket dan bisa ke angkasa. Tak disangka saat di perjalanan, Tommy menemukan suatu bintang yang sangat indah serta terang. Ternyata bintang yang mereka temui adalah bintang Algeiba A, yaitu bintang ganda pada rasi Leo. Mereka pun melihat bintang lain dari kejauhan. Bintang itu adalah bintang Altair, yaitu bintang tercerah ras Aquila dan bintang tercerah kedua belas di langit malam. Pengendali roket di bumi pun memberitahu mereka kalau sebentar lagi mereka akan segera sampai.

Akhirnya, mereka pun sampai di bulan yang sangat indah dan terang. Saat di bulan, Tommy pun merekam keadaan dan lingkungan di bulan yang diberitakan dan ditonton berjuta-juta orang yang ingin menyaksikan keadaan bulan. 

Setelah mereka menyelesaikan semua tugas di bulan dengan baik, mereka kembali ke bumi dengan selamat. Mereka pun tetap bersahabat hingga tua. 


Senin, 19 Oktober 2020

Kakek dan Nenekku

Di blog kali ini saya akan menceritakan tentang kakek dan nenek saya. Saya mempunyai kakek dan nenek yang sangat saya sayangi dan kagumi. Saya mempunyai dua orang kakek dan dua orang nenek.

Kakek dari keluarga ayah saya bernama Harsojo Dihardjo. Saya memanggil Beliau Akung, singkatan dari bahasa Jawa Eyang Kakung. Beliau lahir di Surabaya, pada tanggal 30 November 1941. Sekarang Beliau berusia 78 tahun. Beliau merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara. 

Akung bagiku adalah orang yang pintar. Saat masih duduk di bangku SMA, Beliau merupakan salah satu siswa terbaik di Jawa Timur sehingga Beliau dapat diterima di ITB tanpa melalui tes.  

Akung bagiku juga sosok yang hebat.  Hal ini dibuktikan dengan kemampuan Beliau memimpin perusahaan. Hingga akhir masa kerjanya, Beliau dipercaya untuk memimpin salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di bidang pertambangan. 

Kakek dari keluarga ibu saya bernama Suharto Martosuroyo. Saya memanggil Beliau Eyang. Beliau lahir di Yogyakarta, pada tanggal 10 November 1946. Sekarang Beliau berusia 73 tahun. Beliau merupakan anak ketiga dari enam bersaudara. 

Sama seperti Akung, bagiku Eyang pun sosok yang pintar. Beliau termasuk siswa berprestasi sehingga bisa berkuliah di ITB. Eyang pintar dalam bidang Matematika. Ketika saya kesusahan mengerjakan soal Matematika, saya sering bertanya kepada Eyang. 

Selain itu Eyang juga sosok yang baik dan penyayang. Beliau senang mengajak cucu-cucunya pergi ke mall atau travelling untuk berjalan-jalan dan makan bersama. Beliau juga senang mengobrol banyak hal dengan kami ketika kami datang untuk berkunjung atau menginap. 
  
Nenek dari keluarga ayah saya bernama Soerastri. Saya memanggil Beliau Uti, singkatan dari bahasa Jawa Eyang Putri. Beliau lahir di Salatiga, tanggal 7 Agustus 1947. Beliau merupakan anak ketiga dari lima bersaudara. 

Almarhumah Uti telah meninggal dunia sejak tahun 2012. Beliau meninggal saat saya masih berusia sekitar empat tahun. Salah satu kenangan saya akan Beliau semasa hidupnya adalah Beliau sangat penyayang. Ketika saya masih duduk di bangku preschool hingga TK, hampir setiap hari saya diantar dan dijemput ke dan dari sekolah. Kami selalu diajak makan siang serta dibelikan makanan sebelum kami diantar pulang ke rumah. 

Nenek dari keluarga ibu saya bernama Budiwidiastuti. Saya memanggil Beliau Eyang Tuti. Beliau lahir di Cimahi, tanggal 29 Oktober 1952. Sekarang Beliau berusia 67 tahun. Beliau merupakan anak pertama dari lima bersaudara.

Sosok Eyang Tuti bagiku adalah orang yang pintar. Beliau terpilih menjadi mahasiswa lulusan terbaik di jurusannya saat berkuliah di ITB. Beliau juga pandai berorganisasi dan berpidato. Banyak organisasi yang telah diikuti, dan Beliau sering dipercaya untuk menjadi ketuanya. 

Beliau juga sosok orang yang sangat sabar, perhatian, dan penyayang. Beliau sangat sabar karena saya tidak pernah melihat Beliau marah. Beliau juga perhatian, selalu menanyakan kabar saya melalui whatsapp atau telepon. Selain itu, Eyang Tuti juga penyayang, apapun keinginan cucu-cucunya akan selalu berusaha dituruti. 

Saya sangat sayang kepada kakek dan nenek saya karena mereka selalu menyayangi saya. Selain itu mereka peduli denganku dan selalu membuatku merasa senang. Saya juga sangat kagum dengan kepintaran dan kehebatan mereka. 

Semoga Akung, Eyang dan Eyang Tuti sehat selalu dan panjang umur. Dan semoga Uti bisa beristirahat dengan tenang di sisiNya. Saya pun berharap semoga kelak saya bisa sepintar dan sehebat mereka. 









Cerita Narasi : Bobby Pemain NBA dari Indonesia

Pada suatu hari ada seorang anak yang bernama Bobby. Ia memiliki ibu yang bernama Gloria. Ayah Bobby sudah meninggalkannya dan ibunya sejak ia masih di dalam kandungan. Bobby dan ibunya tinggal di Bandung. Bobby tumbuh menjadi anak yang tergolong pintar di sekolahnya. Selain pintar, ia juga jago bermain bola basket.

Pada saat usianya yang ke 17, Bobby mengalami peristiwa yang ia tidak akan lupakan. Ibunya meninggal dunia karena kecelakaan saat berangkat kerja. Setelah ibunya meninggal dunia, Bobby tidak memiliki anggota keluarga lagi. Nenek dan kakeknya sudah meninggal 10 tahun yang lalu. Karena semua anggota keluarga Bobby sudah tiada, ia terpaksa hidup sendirian di rumah. Selain itu, ia juga harus bekerja untuk memenuhi kebutuhannya. Tetapi selain harus bekerja, ia juga harus sekolah. Bobby sangat kebingungan tentang apa yang akan ia lakukan. Walaupun Bobby bingung, ia pantang menyerah. 

Sekarang Bobby bekerja di bengkel untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sudah 3 bulan Bobby bekerja di bengkel. Dari hasil kerja kerasnya ia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena sudah lama bekerja di bengkel, Bobby sudah melupakan hobinya yaitu bermain basket. Bahkan ia sudah melupakan cita-citanya menjadi pemain NBA. 6 bulan sudah berlalu, Bobby masih bekerja di bengkel. Ia sangat senang bekerja di bengkel karena upahnya terus naik. 

Saat ia berulang tahun ke-18, Bobby merasa sedih sekali karena tidak ada anggota keluarga yang merayakan ulang tahunnya. Walaupun tidak ada anggota keluarga yang berada di dekatnya saat ulang tahun, ia tetap semangat untuk bekerja di bengkel setelah pulang sekolah. 

Sesampainya di bengkel, atasannya berkata "Bob, hari ini kamu ulang tahun ya? Haru ini kamu tidak usah bekerja ya". 

Bobby pun terkejut mendengar apa yang disampaikan atasannya kepada Bobby. Ia berterima kasih kepada atasannya dan pulang ke rumah.

Saat sampai di rumah ia bingung mau melakukan apa. Karena ia bosan hanya duduk di sofa, ia pun pergi ke lapangan basket. Saat di lapangan basket, ia pun menunjukkan kemampuannya kepada orang-orang kampung sebelah. Mereka terkejut melihat kemampuan Bobby bermain basket, walaupun Bobby tidak bermain basket selama satu tahun.

Saat bermain basket bersama anak-anak yang lain, tanpa disadari ada pencari bakat yang duduk di bangku penonton. Ia melihat permainan Bobby yang saat bagus. Setelah Bobby selesai bermain basket, ia dipanggil oleh pencari bakat tersebut. Ternyata pencari bakat tersebut adalah orang Amerika Serikat yang mencari bakat anak-anak di Indonesia. Ia memberi beasiswa kepada Bobby untuk bersekolah di universitas UCLA. Bobby mendapat beasiswa tersebut karena ia akan dimasukkan ke tim basket UCLA. Bobby sangat senang mendengar kabar baik tersebut. Ia dan pencari bakat tersebut pun terbang ke Amerika Serikat.

Saat sudah sampai di Amerika Serikat, ia sangat senang. Setelah Bobby jalan-jalan selama satu hari, ia langsung diperkenalkan ke universitasnya. 

Setahun kemudian Bobby diperkenalkan ke NBA draft. Di NBA draft dia melakukan shooting, dribbling, dan lain-lain. Setelah NBA draft ia sangat gugup karena ia takut kalau ia tidak diterima di NBA.

Seminggu setelah NBA draft, akan dipanggil orang orang yang masuk NBA. Comissioner NBA yaitu Adam Silver menyatakan "With the first pick in the 2030 NBA draft, the LA Lakers select Bobby". Setelah mendengar commissioner Adam Silver, ia sangat senang karena ia diterima di NBA bahkan menjadi pick pertama. Setelah itu dia berhasil masuk NBA dan merasa sangat senang karena semua yang ia lalui terbalaskan.

Lentera Senja

  Lentera Senja “Ayo, teman-teman kita pergi ke pantai mengumpulkan kerang dan batu koral,” ujar Banu kepada teman-temannya. Hampir setiap...