Pada suatu hari ada seorang anak yang bernama Bobby. Ia memiliki ibu yang bernama Gloria. Ayah Bobby sudah meninggalkannya dan ibunya sejak ia masih di dalam kandungan. Bobby dan ibunya tinggal di Bandung. Bobby tumbuh menjadi anak yang tergolong pintar di sekolahnya. Selain pintar, ia juga jago bermain bola basket.
Pada saat usianya yang ke 17, Bobby mengalami peristiwa yang ia tidak akan lupakan. Ibunya meninggal dunia karena kecelakaan saat berangkat kerja. Setelah ibunya meninggal dunia, Bobby tidak memiliki anggota keluarga lagi. Nenek dan kakeknya sudah meninggal 10 tahun yang lalu. Karena semua anggota keluarga Bobby sudah tiada, ia terpaksa hidup sendirian di rumah. Selain itu, ia juga harus bekerja untuk memenuhi kebutuhannya. Tetapi selain harus bekerja, ia juga harus sekolah. Bobby sangat kebingungan tentang apa yang akan ia lakukan. Walaupun Bobby bingung, ia pantang menyerah.
Sekarang Bobby bekerja di bengkel untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sudah 3 bulan Bobby bekerja di bengkel. Dari hasil kerja kerasnya ia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena sudah lama bekerja di bengkel, Bobby sudah melupakan hobinya yaitu bermain basket. Bahkan ia sudah melupakan cita-citanya menjadi pemain NBA. 6 bulan sudah berlalu, Bobby masih bekerja di bengkel. Ia sangat senang bekerja di bengkel karena upahnya terus naik.
Saat ia berulang tahun ke-18, Bobby merasa sedih sekali karena tidak ada anggota keluarga yang merayakan ulang tahunnya. Walaupun tidak ada anggota keluarga yang berada di dekatnya saat ulang tahun, ia tetap semangat untuk bekerja di bengkel setelah pulang sekolah.
Sesampainya di bengkel, atasannya berkata "Bob, hari ini kamu ulang tahun ya? Haru ini kamu tidak usah bekerja ya".
Bobby pun terkejut mendengar apa yang disampaikan atasannya kepada Bobby. Ia berterima kasih kepada atasannya dan pulang ke rumah.
Saat sampai di rumah ia bingung mau melakukan apa. Karena ia bosan hanya duduk di sofa, ia pun pergi ke lapangan basket. Saat di lapangan basket, ia pun menunjukkan kemampuannya kepada orang-orang kampung sebelah. Mereka terkejut melihat kemampuan Bobby bermain basket, walaupun Bobby tidak bermain basket selama satu tahun.
Saat bermain basket bersama anak-anak yang lain, tanpa disadari ada pencari bakat yang duduk di bangku penonton. Ia melihat permainan Bobby yang saat bagus. Setelah Bobby selesai bermain basket, ia dipanggil oleh pencari bakat tersebut. Ternyata pencari bakat tersebut adalah orang Amerika Serikat yang mencari bakat anak-anak di Indonesia. Ia memberi beasiswa kepada Bobby untuk bersekolah di universitas UCLA. Bobby mendapat beasiswa tersebut karena ia akan dimasukkan ke tim basket UCLA. Bobby sangat senang mendengar kabar baik tersebut. Ia dan pencari bakat tersebut pun terbang ke Amerika Serikat.
Saat sudah sampai di Amerika Serikat, ia sangat senang. Setelah Bobby jalan-jalan selama satu hari, ia langsung diperkenalkan ke universitasnya.
Setahun kemudian Bobby diperkenalkan ke NBA draft. Di NBA draft dia melakukan shooting, dribbling, dan lain-lain. Setelah NBA draft ia sangat gugup karena ia takut kalau ia tidak diterima di NBA.
Seminggu setelah NBA draft, akan dipanggil orang orang yang masuk NBA. Comissioner NBA yaitu Adam Silver menyatakan "With the first pick in the 2030 NBA draft, the LA Lakers select Bobby". Setelah mendengar commissioner Adam Silver, ia sangat senang karena ia diterima di NBA bahkan menjadi pick pertama. Setelah itu dia berhasil masuk NBA dan merasa sangat senang karena semua yang ia lalui terbalaskan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar