Hobi saya selain sepak bola adalah bermain bola basket. Saya mulai menyukai bola basket sejak kelas lima sekolah dasar, saat itu saya menyukai menonton pertandingan bola basket di sekolah. Saya juga menyukai bola basket karena dapat bermain dengan teman-teman. Bila bermain dengan teman-teman rasanya sangat seru.
Hobi saya yang terakhir adalah bermain game. Ketika bermain game saya merasa sangat senang. Selain itu bila bermain game dapat menghilangkan rasa capek karena saya merasa rileks dan seru. Tetapi ketika bermain game saya harus ingat waktu juga. Bila tidak ingat waktu, maka waktu belajar saya akan terbuang sia-sia.
Saya memiliki pengalaman yang sangat berkesan dan tidak akan pernah terlupakan. Pengalaman tersebut adalah ketika saya mengalamani patah tulang. Ketika itu saya berumur 12 tahun atau duduk di kelas 6 sekolah dasar. Waktu itu saya jatuh dari sepeda dan tangan saya rasanya sakit sekali. Setelah pergi ke rumah sakit, ternyata tulang tanganku patah dan bengkok sehingga saya pun harus menjalani operasi tangan. Setelah operasi, tangan saya terasa lebih baik daripada sebelum dioperasi. Namun dokter mengatakan saya harus beristirahat dari semua aktivitas yang menggunakan tangan yang patah selama kurang lebih satu bulan. Alhamdulillah setelah proses operasi dan pemulihan, tangan saya normal kembali dan dapat beraktivitas seperti biasa lagi.
Cita-cita saya ke depannya adalah bisa masuk universitas yang bagus. Saya ingin masuk universitas yang bagus karena ingin mendapatkan ilmu yang banyak dan juga menambah pengalaman.
Cita-cita saya yang lain adalah ingin menjadi pemilik klub basket/bola/e sport. Saya ingin menjadi pemilik klub basket/bola/e sport karena ketiga bidang tersebut merupakan hobi saya.
Selain itu saya juga ingin menjadi seorang pengusaha. Saya ingin menjadi pengusaha karena ingin menjadi pemimpin suatu perusahaan dan ingin menciptakan lapangan pekerjaan. Bidang usaha yang ingin saya jalani adalah yang berkaitan dengan bidang olahraga, teknologi, ataupun makanan.
Pengalaman saya bersekolah hingga saat ini, saya selalu bersekolah di kota Jakarta. Saya pertama kali bersekolah saat berumur satu tahun. Ketika itu saya bersekolah di preschool Tutor Time Kemang. Saya bersekolah di Tutor Time sampai umur 4 tahun. Setelah itu saya melanjutkan ke TK Al-Izhar Pondok Labu. Saat sekolah dasar, saya bersekolah di SD Al-Izhar Pondok Labu hingga lulus sekolah dasar. Saat ini saya duduk di bangku sekolah menengah pertama kelas 7 di SMP Labschool Kebayoran.
Saat taman kanak-kanak, saya bersekolah di TK Al-Izhar Pondok Labu. Saya pertama kali bersekolah di taman kanak-kanak ketika berumur 4 tahun.
Saat awal bersekolah di taman kanak-kanak, saya masih sedikit malu karena tidak lancar berbicara Bahasa Indonesia. Hal ini dikarenakan saat bersekolah di preschool saya lebih sering menggunakan Bahasa Inggris. Selain itu, saya juga sedikit malu karena bertemu dengan teman-teman baru. Seiring waktu berjalan, saya sudah tidak malu lagi dan mempunyai banyak teman.
Saat bersekolah di taman kanak-kanak, saya dan teman-teman senang sekali bermain. Kami sering bermain di playground sekolah. Selain itu, kami sering sekali bermain trampolin. Kami juga senang bermain di plaza TK.
Ketika saya bersekolah di taman kanak-kanak, saya banyak mengikuti kegiatan sekolah. Contohnya bermain bersama dengan ayah dan ibu, pentas, berinteraksi dengan tamu dari luar sekolah, dan lain-lain. Kegiatan yang paling saya sukai adalah pentas kelas karena dapat tampil di depan panggung.
Setelah dua tahun bersekolah di taman kanak-kanak, saya beranjak ke sekolah dasar. Saya mulai bersekolah di sekolah dasar saat berumur 6 tahun. Saya bersekolah di SD Al-Izhar Pondok Labu.
Seperti saat bersekolah di taman kanak-kanak, saya harus beradaptasi di lingkungan baru di sekolah dasar. Ternyata cara belajar di sekolah dasar jauh berbeda dengan taman kanak-kanak, karena sudah mulai banyak belajar dan sudah ada ulangan. Saya beradaptasi tidak terlalu lama. Saya berusaha dengan cepat membiasakan diri belajar untuk mendapatkan nilai yang bagus. Di kelas saya termasuk anak yang pintar. Nilai saya juga tergolong cukup baik.
Sejak kelas 1 sekolah dasar, saya sudah memiliki banyak teman. Ada yang sudah berteman dengan saya sejak taman kanak-kanak, dan ada juga yang baru berkenalan. Kami sering bermain sepak bola bersama di lapangan sekolah. Hingga sekarang kami tetap berteman baik.
Di sekolah dasar, saya mengikuti beberapa ekskul. Saat kelas 1 saya mengikuti ekskul sepak bola. Lalu ketika kelas 2, saya mengikuti ekskul science. Ketika kelas 3 saya mengikuti ekskul alat musik tradisional gambang kromong. Kelas 4,5, dan 6 saya mengikuti ekskul sepak bola.
Selama bersekolah di sekolah dasar, saya memiliki beberapa prestasi. Saya beberapa kali mengikuti lomba untuk mewakili sekolah, diantaranya lomba KMNR, cerdas cermat agama, cerdas cermat Al-Ikhlas Cup, liga sepakbola junior nasional JSFL, dan liga sepakbola Al-Izhar Cup. Saat mengikuti lomba cerdas cermat agama, kami berhasil memenangkan juara 2 antar SD se-wilayah. Saya bersama tim sepakbola juga meraih juara 3 Al-Izhar Cup saat kelas 4 sekolah dasar. Selain itu saya juga memenangkan juara 1 lomba cerdas cermat Al-Ikhlas Cup antar SD se-Jakarta.
Saat akhir masa di sekolah dasar saya tiba, saya sedih karena harus berpisah dengan teman-teman yang sudah bersama-sama selama enam tahun. Walaupun saat ini kami bersekolah di tempat yang berbeda-beda, namun kami tetap berteman sangat baik. Kami masih bermain game online bersama dan masih rutin saling mengirim pesan lewat whatsapp. Semua kenangan menyenangkan selama di sekolah dasar akan selalu kukenang dan semoga persahabatan dengan teman-teman sekolah dasar akan abadi.
Pada saat kelas 6 sekolah dasar, yaitu tepatnya pada bulan Februari 2020, saya mengikuti tes masuk SMP Labschool Kebayoran. Pada saat itu saya ingin masuk SMP Labschool Kebayoran karena sekolah ini merupakan sekolah ternama di Jakarta.
Beberapa minggu kemudian, diumumkan siswa-siswi yang lolos tes masuk SMP Labschool Kebayoran, dan ternyata saya adalah salah satunya. Perasaan saya saat itu sangat senang karena bisa diterima di SMP Labschool Kebayoran yang merupakan salah satu target saya di tahun 2020. Selain itu, saya juga bangga pada diri sendiri karena untuk masuk SMP Labschool Kebayoran sangatlah sulit karena yang mendaftar kurang lebih 1.000 orang, dan yang diterima kurang lebih hanya 200 orang.
Kemudian pada tanggal 11 Juli 2020, saya mulai mengikuti acara penerimaan murid baru atau LFSD. Saat itu menandakan awal mula saya menjadi siswa baru di SMP Labschool Kebayoran.
Saat saya menjadi siswa baru di SMP Labschool Kebayoran, saya merasakan kekhawatiran. Kekhawatiran saya adalah saya tidak bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan yang baru, teman-teman yang baru, guru-guru yang baru, dan pelajaran di sekolah menengah pertama. Saya juga khawatir tidak punya teman, dan memiliki nilai yang kurang bagus.
Selain memiliki kekhawatiran, saya juga memiliki harapan sebagai siswa baru. Harapan saya di sekolah yang baru adalah bisa cepat beradaptasi di lingkungan yang baru, mendapat nilai yang bagus, aktif mengikuti kegiatan di sekolah, dan berguna bagi banyak orang. Semoga harapan saya tercapai dan kekhawatiran saya hilang.
Saya mempunyai seorang ibu yang biasanya saya panggil Mama. Mama adalah ibu yang sangat saya kagumi.
Mama lahir di Bogor, tanggal 22 April 1979. Mama adalah anak ke-2 dari 3 bersaudara. Mama adalah satu-satunya perempuan dari 3 bersaudara.
Masa kecil mama lebih banyak dihabiskan di Bogor bersama keluarganya. Hobi mamaku saat muda adalah bermain basket. Ketika itu mama berposisi sebagai guard.
Mama adalah sosok yang sangat berjasa dan tangguh bagiku, karena Beliau mengandung saya selama 9 bulan. Mamaku mempunyai tiga anak yaitu saya, dan dua adik saya. Artinya mama mengandung selama 9x3 bulan (27 bulan). Mama merupakan wanita yang tangguh juga karena Beliau sosok yang selalu tenang dalam menghadapi masalah apapun dan selalu bisa mencari jalan keluarnya.
Sifat mamaku adalah orang yang sangat baik karena walaupun saya tidak meminta tolong, mama selalu membantu saya dalam keadaan apapun. Selain itu mama lucu, karena setiap hari tertawa dan akhirnya membuat aku senang. Mama juga pandai bercerita, setiap mama bercerita selalu seru dan menyenangkan untuk didengarkan. Terkadang aku suka merepotkan mama seperti terkadang aku suka mengacau atau tidak bisa menahan emosi saat tidak bisa melakukan sesuatu, tetapi mama tidak pernah marah kepadaku.
Mama pandai memasak, kalau mama memasak saya senang karena masakannya enak-enak. Selain pandai memasak, mama juga pandai dalam pelajaran. Setiap saya tidak bisa mengerjakan soal, mama selalu menjelaskan soal-soal yang saya tidak bisa.
Mimpi mama di antaranya ingin membangun mesjid dan bisa berkeliling dunia. Ketika saya masih kelas 6 sekolah dasar, mama adalah salah satu orang yang mengharapkan saya masuk SMP Labschool Kebayoran karena sekolah ini merupakan sekolah yang bagus dan ternama di Jakarta. Alhamdulilah saya bisa diterima di SMP Labschool Kebayoran. Semoga ketika besar nanti saya bisa memenuhi semua mimpi mamaku.
Saya sayang sekali terhadap ibuku, karena selalu menjagaku dari sebelum lahir sampai sekarang. Saya juga senang mempunyai ibu seperti mama karena Beliau sangat peduli terhadap saya dan adik-adik saya. Semoga saya bisa membalas semua kebaikan mama saat sudah dewasa nanti.
Saya mempunyai ayah atau biasanya saya panggil Papa. Papa lahir di Jakarta, 23 Juni 1975. Nama lengkap papa adalah Alvin Witjaksono. Arti dari nama papa adalah Alvin berasal dari nama perusahaan tempat kakekku pertama kali bekerja. Sedangkan, Witjaksono merupakan Bahasa Jawa yang artinya bijaksana. Beliau merupakan anak kedua dari tiga bersaudara.
Masa kecil papaku banyak dihabiskan di Sulawesi bersama keluarganya karena kakekku bekerja di Sulawesi . Saat masa sekolah dasar, hobi papa adalah bermain bola, sama seperti saya. Posisinya pada saat itu adalah menjadi defender (pemain bertahan). Pada saat masuk jenjang sekolah menengah atas, papa dan keluarganya pindah ke Jakarta.
Papa adalah sosok yang sangat berjasa bagiku karena Beliau selalu menyanyangiku dari kecil hingga sekarang. Papa selalu bekerja setiap hari untuk memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluargaku. Artinya papa sudah bekerja untuk memenuhi kebutuhan aku selama kurang lebih 13 tahun.
Papa adalah orang yang tangguh karena berbagai masalah dihadapi dengan tenang. Selain itu papa adalah orang yang penyayang. Setiap hari papa tidak pernah marah kepadaku walaupun aku kadang-kadang suka merepotkan. Papa juga sering membantuku jika aku sedih.
Hobi papa adalah menonton televisi, jalan-jalan, dan masih banyak lagi. Papa juga pandai sekali memasak. Selain pandai memasak, papa pandai dalam pelajaran IPS. Setiap saya menanyakan tentang pelajaran IPS, papa selalu bisa menjawab. Papa juga pandai dalam hal olahraga, hampir semua olahraga bisa dilakukannya.
Saya sayang sekali kepada papa karena telah membesarkan aku dari bayi hingga sekarang tanpa lelah. Saya juga merasa senang dan bangga mempunyai ayah yang perhatian, pantang menyerah, dan tangguh. Salah satu yang mengharapkan saya diterima di SMP Labschool Kebayoran adalah papa. Alhamdulilah saya dapat diterima di SMP Labschool Kebayoran, sehingga dapat membuat senang papa.
Selain ayah dan ibu, saya akan menceritakan tentang kakek dan nenek saya.
Kakek dari keluarga ayah saya bernama Harsojo Dihardjo. Saya memanggil Beliau Akung, singkatan dari bahasa Jawa Eyang Kakung. Beliau lahir di Surabaya, pada tanggal 30 November 1941. Sekarang Beliau berusia 78 tahun. Beliau merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara.
Akung bagiku adalah orang yang pintar. Saat masih duduk di bangku sekolah menengah atas, Beliau merupakan salah satu siswa terbaik di Jawa Timur sehingga Beliau dapat diterima di ITB tanpa melalui tes.
Akung bagiku juga sosok yang hebat. Hal ini dibuktikan dengan kemampuan Beliau memimpin perusahaan. Hingga akhir masa kerjanya, Beliau dipercaya untuk memimpin salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di bidang pertambangan.
Kakek dari keluarga ibu saya bernama Suharto Martosuroyo. Saya memanggil Beliau Eyang. Beliau lahir di Yogyakarta, pada tanggal 10 November 1946. Sekarang Beliau berusia 73 tahun. Beliau merupakan anak ketiga dari enam bersaudara.
Sama seperti Akung, bagiku Eyang pun sosok yang pintar. Beliau termasuk siswa berprestasi sehingga bisa berkuliah di ITB. Eyang pintar dalam bidang Matematika. Ketika saya kesusahan mengerjakan soal Matematika, saya sering bertanya kepada Eyang.
Selain itu Eyang juga sosok yang baik dan penyayang. Beliau senang mengajak cucu-cucunya pergi ke mall atau travelling untuk berjalan-jalan dan makan bersama. Beliau juga senang mengobrol banyak hal dengan kami ketika kami datang untuk berkunjung atau menginap.
Nenek dari keluarga ayah saya bernama Soerastri. Saya memanggil Beliau Uti, singkatan dari bahasa Jawa Eyang Putri. Beliau lahir di Salatiga, tanggal 7 Agustus 1947. Beliau merupakan anak ketiga dari lima bersaudara.
Almarhumah Uti telah meninggal dunia sejak tahun 2012. Beliau meninggal saat saya masih berusia sekitar empat tahun. Salah satu kenangan saya akan Beliau semasa hidupnya adalah Beliau sangat penyayang. Ketika saya masih duduk di bangku preschool hingga taman kanak-kanak, hampir setiap hari saya diantar dan dijemput ke dan dari sekolah. Dan kami selalu diajak makan siang serta dibelikan makanan sebelum kami diantar pulang ke rumah.
Nenek dari keluarga ibu saya bernama Budiwidiastuti. Saya memanggil Beliau Eyang Tuti. Beliau lahir di Cimahi tanggal 29 Oktober 1952. Sekarang Beliau berusia 67 tahun. Beliau merupakan anak pertama dari lima bersaudara.
Sosok Eyang Tuti bagiku adalah orang yang pintar. Beliau terpilih menjadi mahasiswa lulusan terbaik di jurusannya saat berkuliah di ITB. Beliau juga pandai berorganisasi dan berpidato. Banyak organisasi yang telah diikuti, dan Beliau sering dipercaya untuk menjadi ketuanya.
Beliau juga sosok orang yang sangat sabar, perhatian, dan penyayang. Beliau sangat sabar karena saya tidak pernah melihat Beliau marah. Beliau juga perhatian, selalu menanyakan kabar saya melalui whatsapp atau telepon. Selain itu, Eyang Tuti juga penyayang, apapun keinginan cucu-cucunya akan selalu berusaha dituruti.
Saya sangat sayang kepada kakek dan nenek saya karena mereka selalu menyayangi saya. Selain itu mereka peduli denganku dan selalu membuatku merasa senang. Saya juga sangat kagum dengan kepintaran dan kehebatan mereka. Semoga kelak saat dewasa nanti saya bisa seperti mereka.
Saya dan keluarga saat ini tinggal di rumah di daerah Jakarta Selatan. Rumah ini sudah kami tempati lebih dari 10 tahun lamanya.
Bagian depan rumahku terdapat teras depan. Teras depan tersebut biasanya digunakan untuk menerima tamu. Di teras depan terdapat tempat duduk yang terbuat dari kayu yang bisa diduduki oleh dua orang. Di teras tersebut juga terdapat meja kecil. Selain itu terdapat pula pintu berwarna coklat untuk masuk ke dalam rumah.
Di bagian depan rumahku juga terdapat garasi dan halaman rumah. Garasi rumahku bisa menampung 4 mobil. Atap garasi rumahku terbuat dari kayu. Di samping garasi rumahku juga terdapat halaman rumah. Di halaman tersebut terdapat banyak tanaman sehingga selalu tampak asri. Salah satu tanamannya adalah pohon durian. Ketika sedang musim durian, kami sekeluarga memakan buah durian tersebut bersama-sama. Beberapa pohon lain yang ada di halaman rumahku adalah pohon jambu dan pohon palem.
Di bagian paling depan rumahku terdapat pagar besar yang kokoh. Pagar tersebut berwarna hitam dan terdapat besi berwarna hitam yang berbentuk kerucut di atasnya. Ada juga pintu kecil pada pagar tersebut yang berwarna hitam. Jika pintu ini dibuka maka kita dapat langsung masuk ke garasi mobil.
Di bagian luar depan rumahku terdapat jalanan yang memisahkan antara rumahku dengan rumah tetangga. Jalanan tersebut cukup lebar dan dapat dilalui dua mobil. Di pinggir jalan depan rumahku terdapat banyak tanaman di dalam pot.
Walaupun rumahku sudah berumur 10 tahun lebih, bagian depan rumahku masih terawat dengan baik dan rapi. Lingkungan depan rumahku juga asri. Saya selalu senang tinggal di rumah ini.